Krim pelembab adalah bagian tak terpisahkan dari perawatan kulit, dan bahan utamanya mencakup berbagai zat pelembab yang sangat efektif. Asam hialuronat, polisakarida alami, banyak ditemukan di dermis dan epidermis tubuh manusia. Ia memiliki kapasitas-menyerap air yang sangat kuat, mampu menyerap dan mengunci lebih dari 1000 kali beratnya sendiri dalam air, membentuk lapisan-pelembab yang tahan lama pada kulit, menjaganya tetap terhidrasi dan halus. Gliserin adalah bahan pelembab umum lainnya. Dapat menyerap kelembapan dari udara, membentuk gugus molekul air, efektif menjaga hidrasi kulit, dan juga memiliki efek melembapkan, mengurangi kekeringan.
Squalane, asam sebaceous obat yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit, memiliki sifat melembapkan yang sangat baik. Dapat membentuk lapisan pelindung pada permukaan kulit, mengunci kelembapan dan mencegah hilangnya kelembapan. Betaine adalah zat pelembab alami; sifat hidrofiliknya memungkinkannya menarik dan mempertahankan kelembapan dari udara, memberikan-efek pelembab yang tahan lama.
Selain bahan-bahan di atas, krim pelembab sering kali mengandung air, minyak, dan pengemulsi. Air bertindak sebagai pelarut, menyediakan pembawa bahan lainnya; minyak membentuk lapisan pelindung untuk mencegah penguapan kelembapan dari kulit; dan pengemulsi mencampur air dan minyak secara merata, membentuk emulsi yang stabil dan meningkatkan efektivitas pelembab.
Saat memilih pelembab, konsumen sebaiknya memilih berdasarkan jenis kulit dan kebutuhannya. Jenis kulit yang berbeda mungkin memiliki kebutuhan bahan pelembab yang berbeda pula. Misalnya, kulit kering mungkin memerlukan produk yang mengandung bahan pelembab yang lebih kuat seperti gliserin dan squalane, sedangkan kulit berminyak mungkin lebih cocok menggunakan produk yang mengandung bahan pelembab yang lebih ringan seperti asam hialuronat dan betaine.
